Cupcake Coklat

Bahan Cupcake Coklat :

Cupcake

– 150 g mentega
– 150 g gula pasir halus
– 3 butir telur ayam

Ayak jadi satu

– 175 g tepung terigu
– 2 sdm cokelat bubuk
– ½ sdt baking powder
– ½ soda kue
– 1 sdt vanili bubuk

Olesan

– 150 ml krim segar
– 150 g dark cooking chocolate,potong-potong

Hiasan

– Cokelat serut

Cara Membuat Cupcake Coklat

1. Cupcake: Kocok mentega dan gula hingga lembut.
2. Masukkan telur ayam satu per satu sambil kocok terus hingga lembut dan rata.
3. Masukkan campuran terigu,aduk rata.
4. Tuang ke dalam mangkuk kertas, ratakan.
5. Panggang dalam oven panas 180 C selama 30 menit hingga mengembang dan matang.
6. Angkat dan dinginkan.
7. Olesan: Didihkan krim, tuang ke dalam cokelat, aduk hingga cokelat leleh.
8. Aduk-aduk hingga kental.
9. Hiasi cupcake dengan bahan olesan dan hiasan kemudian sajikan untuk 8 buah.

Advertisements
Categories: Cake | Leave a comment

Chocolate Mousse

Bahan membuat chocolate mousse

  • 200 gram dark chocolate/cooking chocolate
  • 125 ml air hangat
  • 3 butir telur
  • 40 gram gula pasir
  • whipped cream

Cara membuat chocolate mousse

  • Potong-potong chocolate hingga berbentuk pecahan kecil-kecil
  • Tempatkan chocolate tersebut dalam wadah/mangkok
  • Tambahkan air hangat kedalam wadah/mangkok tersebut
  • Ambil panci dan masukan air, lalu masak hingga mendidih
  • Biarkan api tetap kecil
  • Mangkok atau wadah yang berisi coklat di hangatkan di atas panci yang berisi air mendidih.
  • (Jaga jangan sampai air masuk kedalam wadah berisi coklat atau wadah menyentuh pinggiran panci)
  • Biarkan coklat meleleh
  • Angkat wadah coklat tadi dari atas panci air mendidih
  • Aduk coklat yang meleleh dengan mixer hingga terlihat mengkilap
  • Biarkan agak dingin
  • Tambahkan kuning telur kedalam coklat tersebut, aduk hingga rata, sisihkan
  • Putih telur diaduk dengan mixer hingga mengembang dan kaku
  • Masukan gula pasir dan aduk hingga rata.
  • Masukan adonan putih teur ke dalam adonan coklat, aduk hingga rata
  • Masukan mousse chocolate tersebut kedalam 6 buah gelas, dinginkan dalam freezer selama 2 jam
  • Sajikan dingin
Categories: Kue Basah | Leave a comment

Kue Putu Tegal

BAHAN :
250 gram tepung ketan
35 gram tepung sagu
1/2 sendok teh garam
1 sendok teh air kapur sirih
150 ml santan hangat dari 1/4 butir kelapa
50 ml air suji (dari 25 lembar daun suji + 2 lembar daun pandan)
6 buah pisang raja, dipotong tebal 1/2 cm
50 gram gula pasir halus untuk taburan
BAHAN TABURAN (kukus 15 Menit):
150 gram kelapa parut kasar
1/4 sendok teh garam
1 lembar daun pandan
CARA MEMBUAT PUTU TEGAL :
1. Campur tepung ketan, tepung sagu, garam, dan air kapur sirih. Masukkan santan hangat sedikit –
sedikit bergantian dengan air daun suji sambil diuleni sampai adonan bisa dibentuk.
2. Pipihkan di loyang 20x20x3 cm yang dialasi plastik.
3. Tata pisang diatasnya sedikit menumpuk.
4. Kukus dengan api sedang 40 menit sambil sesekali dibuka sampai matang (dibuka setiap 3 menit).
5. Sajikan dengan taburan kelapa parut dan gula pasir halus.

Untuk 16 potong

Categories: Kue Basah | Leave a comment

ANEKA ROTI ISI

ROTI ISI COKLAT

Bahan-bahan yang diperlukan untuk membuat roti isi ini sebenarnya sangat mudah ditemukan, berikut daftarnya :

  • 60 gr. gula kastor
  • 20 gr. susu bubuk
  • 7 gr. garam 1 butir telur
  • 40 gr. mentega (putih)
  • 500 gr. tepung terigu
  • 15 gr. ragi instan
  • 285 ml. air
  • Isi: terseraaah…. (bisa apa saja yang penting bisa dimakan)
  • Olesan: telur dan mentega

Sedangkan resep cara membuatnya adalah sebagai berikut :

  1. Campur tepung terigu, ragi, gula, susu bubuk, garam, telur, dan mentega dalam wadah, aduk.
  2. Uleni sambil masukkan air sedikit-sedikit hingga adonan kalis.
  3. Bulatkan adonan, tutup dengan plastik, diamkan kur-leb 45 menit ato sampe mengembang (tergantung suhu ruangan).
  4. Tinju adonan, bagi menjadi kur-leb 19 bagian (@ 50 gr. ), bulatkan masing-masing adonan. Diamkan 10 menit.
  5. Isi setiap adonan sesuai selera.
  6. Taruh di atas loyang yang sudah diberi alas kertas roti. Kalo aku taruh di cetakan muffin yang sebelumnya telah dioles mentega. Diamkan lagi selama 45 menit.
  7. Oles atas roti dengan telur yang dikocok lepas.
  8. Panggang dalam oven yang sudah dipanaskan terlebih dahulu dengan suhu 200°C selama 15 menit ato sampe matang.
  9. Selagi panas (baru diangkat), olesi atas roti dengan mentega supaya kinclong
Categories: Bakery | Leave a comment

Teknik Dasar Membuat Cake

Teknik dasar membuat cake dan roti

Pada dasarnya cake bisa dibuat dengan berbagai variasi bahan dan dengan berbagai metode pula. Itulah sebabnya ada cake yang bertekstur kasar, lembut, chewy, crunchy, dan seterusnya. Akan tetapi secara garis besar, ada empat teknik dasar pembuatan cake, yaitu:

  • Teknik Sponge Cake
    Untuk membuat cake dengan teknik Sponge, pertama-tama telur dikocok hingga berbusa, lalu masukkan gula sedikit demi sedikit. Kocok terus dengan menaikkan kecepatan secara bertahap sampai mengembang. Setelah itu tepung terigu diayakkan di atas adonan, lalu diaduk menggunakan spatula. Bersama tepung terigu ini disertakan juga bahan kering lainnya seperti baking powder, soda kue, vanili bubuk, garam dan lain-lain. Baru kemudian ditambahkan margarin cair, disusul bahan-bahan cair lainnya seperti coklat masak, susu kental manis, atau yang lainnya. Pengadukan tidak perlu terlalu lama, asal rata saja.
  • Teknik Butter Cake
    Untuk membuat cake dengan teknik Butter, sebaiknya digunakan gula kastor (gula pasir yang butirannya sangat halus). Hal ini untuk mempermudah saja, sebab langkah pertamanya adalah mengocok margarin bersama gula sampai gula hancur. Berikutnya ditambahkan telur, cukup setengah saja dari jumlah yang digunakan. Masukkan satu persatu supaya lebih mudah rata. Setelah itu, sisa telur bisa dimasukkan bergantian dengan tepung terigu. Pengocokan tidak boleh dilakukan terlalu lama agar tepung tidak elastis (mengaret) seperti roti dan cake tidak banyak remahnya.
  • Kombinasi antara Teknik Sponge Cake dan Butter Cake
    Pada teknik kombinasi, margarin dan sebagian gula dikocok bersamaan hingga gula hancur. Sisa gula dikocok bersama telur di tempat terpisah. Tepung kemudian bisa dimasukkan ke dalam kocokan margarin lalu dicampur dengan telur yang sudah mengembang, atau tepung masuk dulu ke dalam adonan telur, setelah rata baru dimasukkan kocokan margarin. Kita bisa menggunakan cara ini untuk membuat bolu gulung yang padat namun lentur (tidak mudah patah saat digulung).
  • Chiffon Cake
    Teknik Chiffon Cake prosedurnya agar unik. Kuning telur diaduk dengan bahan-bahan lainnya. Sementara si putih telur dikcok kaku bersama sedikit gula pasir. Baru kemudian keduanya digabungkan. Pembuatan kue ini tidak menggunakan margarin, tetapi minyak sayur.

Merayakan hari raya pastinya tidak lepas dari tradisi kunjung mengunjung sanak saudara untuk silahturahmi maaf memaafkan. Tidak ada salahnya sambil membawa buah tangan seperti roti, cake, kue kering, parcel dan lainnya. Jika ada waktu luang dan ingin mebuat sendiri roti, cake atau kue kering baik sebagai buah tangan atau untuk berbisnis, berikut adalah tips untuk pembuatan roti, cake dan kue kering. Tips ini sehubungan dengan tepung terigu yang digunakan yang kami keluarkan

Roti

  • Pilih tepung yang berprotein tinggi (Cakra Kembar) supaya serat roti bagus hasilnya.
  • Masukkan margarine/mentega dan garam terakhir ketika campuran bahan lain sudah rata betul.
  • Menguleni roti harus sampai elastis betul supaya roti mengembang sempurna. Untuk mengecek elastisitas, ambil sejumput adonan, tarik selebar mungkin. Kalau adonan tidak robek ketika ditarik, artinya adonan sudah cukup elastis
  • Perhatikan waktu fermentasi. Ketepatan waktu penting, tetapi kalao adonan belum mengembang hingga dua kali lipat, waktu fermentasi boleh ditambah. Penyebab pengembangan belum sempurna adalah ragi yang tidak bekerja sempurna atau udara kurang hangat.
  • Selama fermentas, adonan harus ditutup rapat supaya tidak terjadi penguapan yang mengakibatkan roti menjadi kering.
  • Pengovenan roti harus pas temperature dan lamanya. Roti yang kelamaan dioven akan kering dan keras hasilnya.

 

Cake

  • Pilih tepung yang kadar proteinnya rendah (Kunci Biru) supaya hasilnya lembut.
  • Jangan cairkan margarine di awal pembuatan kue. Cairkan margarine begitu telur sudah mengembang supaya lemak dan cairan margarine tidak keburu terpisah.
  • Mencairkan margarine harus di api kecil dan tidak boleh terlalu lama supaya kadar airnya tidak banyak yang menguap dan membuat cake jadi kering.
  • Mengocok telur tidak boleh terlalu lama. Yang peting telur sudah mengembang dan gelembung sudah tidak ada.
  • Baking powder hanya dipakai untuk membantu pengembang kue pada jenis butter type cake (cake yang dibuat dengan mentega/margarine dikocok). Sementara pada jenis sponge cake (cake yang pembuatannya telur dikocok) tidak perlu memakai baking powder kecuali pada sponge cake cokelat atau kue lain yang asam sifatnya.
  • Lebih baik menggunakan loyang ukuran pendek ketimbang ukuran tinggi. Cake yang dioven di dalam loyang berukuran tinggi, akan lama matangnya hingga hasil kue jadi keras dan kering.
  • Setelah cake matang, letakkan dalam rak kawat supaya panasnya keluar semua. Pendinginan di atas rak, tidak akan membuat kulit kue lepas.

Kue Kering

  • Kalau menggunakan mentega (butter), kocok mentega dalam keadaan beku. Untuk memudahkan, potong-potong dulu.
  • Pilih tepung yang berprotein rendah (Kunci Biru) agar kue kering renyah hasilnya.
  • Mengaduk adonan tidak boleh terlalu kuat agar adonan jangan mengaret dan kue jadi keras hasilnya.
  • Ikuti prosedur pembuatan dan pembentukan dengan tepat. Adonan yang menteganya dikocok, tidak boleh dibuat dengan cara diaduk. Sebaliknya, jika prosedur diaduk, maka mentega tidak boleh dikocok. Begitu juga pada pembentukan. Kue kering yang dibentuk dengan cara disendokkan tidak boleh dicetak atau sebaliknya.
  • Kue kering yang akan mengembang saat dioven, sebaiknya diolesi kuning telur setelah setengah matang.
  • Kemas kue kering setelah dingin betul agar kue tidak cepat rusak.

 

 

Categories: Teknik Dasar Membuat Cake | Leave a comment

Sejarah Cake

Sejarah Cake And Roti


Pada Awalnya cake telah dikenal oleh bangsa Mesir kuno. Cara pengolahan serta bahan-bahannya sangat sederhana dan dibuat untuk keperluan upacara-upacara keagamaan.

Sekarang ini mutu dan rasa cake maupun pastry telah jauh berbeda. Dengan wawasan yang makin berkembang manusia menambahkan dan mencampurkan macam-macam bahan dan aroma sehingga sekarang ini cake begitu luas variasinya.

ROTI berasal dari negara Mesir kuno ribuan tahun lampau. Orang Mesir kuno mengolah tepung gandum menjadi roti gepeng yang dipanggang diatas batu yang dipanaskan. Orang-orang Yunani dan Romawi kemudian membuat roti dengan cara dan bahan khas daerah setempat.

Pada abad pertengahan, di Eropa mulai dikembangkan cara pembuatan roti yang lebih modern, seperti misalnya roti menjadi lebih harum dan lembut karena diperkaya dengan susu dan kuning telor. Dan kini roti dibuat oleh bakery atau pabrik roti dengan peralatan modern.

Jenis rotipun ada banyak macamnya, ada yang kecil hingga besar, ada yang empuk ada yang keras luarnya tetapi empuk dalamnya, ada yang gepeng ada yang besar mengembang. Campurannya pun aneka macam ada kismis,coklat, buah kering, keju vla dan masih banyak lagi .

Sejarah Singkat Industri Roti

Pada tahun 1960 – an ada 2 orang penduduk desa Bugo yang bernama bapak Sunar dan bapak Kaswi yang bekerja pada perusahaan roti milik orang Cina di Kudus. Setelah beberapa tahun bekerja di perusahaan roti tersebut mereka akhirnya mengusai cara dan teknik pembuatan roti. Kemudian pada tahun 1970  an setelah merasa mampu dan menguasai cara pembuatan roti, mereka memutuskan untuk usaha mandiri dalam bidang pengolahan kue dan di desa  Bugo.

Pada awalnya mereka membuat kue dan roti bolang baling,roti moho, roti manis dan untir untir. Namun saat itu usaha pengolahan kue kue dan roti belum bisa berkembang  , karena masyaraka masih asing dengan produk produk tersebut. Bahkan poduk produk tersebut masih di anggap makanan  mewah yang hanya dapat dibeli  oleh kalangan menengah  ke atas. Namun dengan kesabaran, ketekunan dan keuletannya lambat laun produk produk ini mulai di kenal dan diminati masyarakat.

Pada saat itu beberapa orang penduduk desa Bugo bekerja sebagai tenaga kerja di perusahaan kue dan roti milik Bapak Kaswi dan Bapak Sunar . Akhirnya  semakin banyaklah orang desa Bugo yang menguasai cara pengolahan roti dan kue kue tersebut, dan mulai semakin bertambah banyak pula masyarakat desa Bugo yang mendirikan usaha pengolahan kue dan roti dalam skala industri rumah tangga ( home industri ).

Selain Bapak Kaswi dan Bapak Sunar, akhirnya muncullah nama nama yang lain seperti Bapak Kliwon, Bapak Sukamat,  Bapak Kuat, Bapak Rahmat, dan  Bapak  Sugono  yang mendirikan usaha pengolahan roti dan kue –  kue dalam skala  home industri di desa Bugo Welahan Jepara ini.

Pada sekitar era 80- an Bapak Kuat dan Bapak Sukamat berusaha mengmbangkan usaha pengolahan aneka kue dan roti ini di Jakarta. Ternyata usaha mereka di Jakarta maju dengan pesat. Kondisi ini membuat warga Bugo yang lain tertarik mengikuti mereka untuk merantau dan berusaha di Jakarta. Pada saat itu bahkan usaha pengolahan aneka roti dan kue dari pengusaha desa Bugo ini berkembang  di kota kota Jawa Barat seperti Banten, Cikampek, Bogor, Krawang dan sebagainya.

Namun pada tahun 1987 banyak dari warga Bugo ini yang akhirnya kembali ke kampung halamannya untuk mengembangkan usahanya di daerah sendiri. Usaha pengolahan aneka kue dan roti di desa Bugo ini akhirnya dari tahun ke tahun tambah pesat. Kondisi ini membuat inisiatif warga desa Bugo untuk mendirikan koperasi yang  berbadan hukum dengan nama ” KOPINKRA KARYA BOGA ” ( Koperasi Industri Dan Kerajinan Karya Boga ) yang anggotanya adalah para pengrajin kue dan roti dari desa Bugo. Kemudian koperasi ini juga telah menjalin kerja sama dengan perusahaan produk tepung terigu  yaitu ” Sri Boga Ratu Raya ” dari Semarang.

Desa Bugo saat ini benar benar telah menjadi sentra industri kue dan roti yang di buktikan dengan di resmikannya desa Bugo sebagai pusat dan pasar perdagangan  aneka kue dan roti oleh Bapak Bupati Jepara . Dengan demikian dalam memasarkan produknya masyarakat produsen kue dan roti tidak perlu memasarkan sendiri ke konsumen, melainkan ada para pedagang yang mengambil langsung ke pusat produk di desa Bugo ini untuk di pasarkan ke kota Jepara, Kudus, Rembang, Pati, Semarang, Demak dan kota kota lainnya.

Categories: Sejarah Cake | Leave a comment

Resep Kue Kering Putri Salju

Bahan

  • 250 gr mentega tawar, bekukan
  • 100 gr gula kastor
  • 200 gr kacang mete, panggang, haluskan
  • 250 gr terigu
  • 150 gr gula bubuk u/ taburan aduk dg 1/2 sdt Vanili

Cara Membuat

  • Kocok mentega dan gula pasir hingga pucat, tambahkan kacang mete, dan terigu, aduk rata.
  • Bulatkan adonan, simpan dalam lemari es 30 menit.
  • Bentuk bulan sabit, atur diloyang, panggang kira-kira 20 menit (suhu 160′c).
  • Gulingkan kedalam gula bubuk.
Categories: Kue Kering | Leave a comment

Bakery

sejarah kue ulang tahun

Sejarah kue ulang tahun dapat ditelusuri kembali ke jaman Yunani kuno dimana orang membuat kue madu atau roti yang berbentuk bulat dan membawanya ke kuil Artemis-Dewi Bulan. Namun, beberapa ahli percaya bahwa tradisi kue ulang tahun dimulai di Jerman pada abad pertengahan. Adonan roti manis diberi bentuk bayi Yesus dalam lampin kain dan digunakan untuk memperingati hari ulang tahunnya. Kue ulang tahun khusus ini kemudian muncul kembali di Jerman sebagai Kinderfest atau perayaan ulang tahun seorang anak muda. Orang Jerman juga membakar kue khusus jenis lain yang disebut Geburtstagorten. Kue ini dipanggang berlapis-lapis yang mana lebih manis dan kasar dibandingkan dengan kue yang biasanya dibuat pada waktu itu.

Categories: Bakery | Leave a comment

Cake

Sejarah Cake And Roti



Pada Awalnya cake telah dikenal oleh bangsa Mesir kuno. Cara pengolahan serta bahan-bahannya sangat sederhana dan dibuat untuk keperluan upacara-upacara keagamaan.

Sekarang ini mutu dan rasa cake maupun pastry telah jauh berbeda. Dengan wawasan yang makin berkembang manusia menambahkan dan mencampurkan macam-macam bahan dan aroma sehingga sekarang ini cake begitu luas variasinya.

ROTI berasal dari negara Mesir kuno ribuan tahun lampau. Orang Mesir kuno mengolah tepung gandum menjadi roti gepeng yang dipanggang diatas batu yang dipanaskan. Orang-orang Yunani dan Romawi kemudian membuat roti dengan cara dan bahan khas daerah setempat.

Pada abad pertengahan, di Eropa mulai dikembangkan cara pembuatan roti yang lebih modern, seperti misalnya roti menjadi lebih harum dan lembut karena diperkaya dengan susu dan kuning telor. Dan kini roti dibuat oleh bakery atau pabrik roti dengan peralatan modern.

Jenis rotipun ada banyak macamnya, ada yang kecil hingga besar, ada yang empuk ada yang keras luarnya tetapi empuk dalamnya, ada yang gepeng ada yang besar mengembang. Campurannya pun aneka macam ada kismis,coklat, buah kering, keju vla dan masih banyak lagi .

Sejarah Singkat Industri Roti

Pada tahun 1960 – an ada 2 orang penduduk desa Bugo yang bernama bapak Sunar dan bapak Kaswi yang bekerja pada perusahaan roti milik orang Cina di Kudus. Setelah beberapa tahun bekerja di perusahaan roti tersebut mereka akhirnya mengusai cara dan teknik pembuatan roti. Kemudian pada tahun 1970  an setelah merasa mampu dan menguasai cara pembuatan roti, mereka memutuskan untuk usaha mandiri dalam bidang pengolahan kue dan di desa  Bugo.

Pada awalnya mereka membuat kue dan roti bolang baling,roti moho, roti manis dan untir untir. Namun saat itu usaha pengolahan kue kue dan roti belum bisa berkembang  , karena masyaraka masih asing dengan produk produk tersebut. Bahkan poduk produk tersebut masih di anggap makanan  mewah yang hanya dapat dibeli  oleh kalangan menengah  ke atas. Namun dengan kesabaran, ketekunan dan keuletannya lambat laun produk produk ini mulai di kenal dan diminati masyarakat.

Pada saat itu beberapa orang penduduk desa Bugo bekerja sebagai tenaga kerja di perusahaan kue dan roti milik Bapak Kaswi dan Bapak Sunar . Akhirnya  semakin banyaklah orang desa Bugo yang menguasai cara pengolahan roti dan kue kue tersebut, dan mulai semakin bertambah banyak pula masyarakat desa Bugo yang mendirikan usaha pengolahan kue dan roti dalam skala industri rumah tangga ( home industri ).

Selain Bapak Kaswi dan Bapak Sunar, akhirnya muncullah nama nama yang lain seperti Bapak Kliwon, Bapak Sukamat,  Bapak Kuat, Bapak Rahmat, dan  Bapak  Sugono  yang mendirikan usaha pengolahan roti dan kue –  kue dalam skala  home industri di desa Bugo Welahan Jepara ini.

Pada sekitar era 80- an Bapak Kuat dan Bapak Sukamat berusaha mengmbangkan usaha pengolahan aneka kue dan roti ini di Jakarta. Ternyata usaha mereka di Jakarta maju dengan pesat. Kondisi ini membuat warga Bugo yang lain tertarik mengikuti mereka untuk merantau dan berusaha di Jakarta. Pada saat itu bahkan usaha pengolahan aneka roti dan kue dari pengusaha desa Bugo ini berkembang  di kota kota Jawa Barat seperti Banten, Cikampek, Bogor, Krawang dan sebagainya.

Namun pada tahun 1987 banyak dari warga Bugo ini yang akhirnya kembali ke kampung halamannya untuk mengembangkan usahanya di daerah sendiri. Usaha pengolahan aneka kue dan roti di desa Bugo ini akhirnya dari tahun ke tahun tambah pesat. Kondisi ini membuat inisiatif warga desa Bugo untuk mendirikan koperasi yang  berbadan hukum dengan nama ” KOPINKRA KARYA BOGA ” ( Koperasi Industri Dan Kerajinan Karya Boga ) yang anggotanya adalah para pengrajin kue dan roti dari desa Bugo. Kemudian koperasi ini juga telah menjalin kerja sama dengan perusahaan produk tepung terigu  yaitu ” Sri Boga Ratu Raya ” dari Semarang.

Desa Bugo saat ini benar benar telah menjadi sentra industri kue dan roti yang di buktikan dengan di resmikannya desa Bugo sebagai pusat dan pasar perdagangan  aneka kue dan roti oleh Bapak Bupati Jepara . Dengan demikian dalam memasarkan produknya masyarakat produsen kue dan roti tidak perlu memasarkan sendiri ke konsumen, melainkan ada para pedagang yang mengambil langsung ke pusat produk di desa Bugo ini untuk di pasarkan ke kota Jepara, Kudus, Rembang, Pati, Semarang, Demak dan kota kota lainnya.

Categories: Pastry | Leave a comment

Rainbow Cake

Bahan-bahan
* 250 cc susu cair
* 6 butir putih telur
* 2 1/2 sendok teh vanili ekstrak
* 675 gram tepung terigu
* 4 sendok teh baking powder
* 1 sendok teh garam
* 180 gram mentega/margarin
* 350 gram gula pasir

Vanilla buttercream:
* 180 sendok makan mentega/margarin
* 1350 gram gula pasir
* 2 sendok teh vanili ekstrak
* 150 cc susu cair
* 1 tetes pewarna kue berwarna merah
* 1 tetes pewarna kue berwarna oranye
* 1 tetes pewarna kue berwarna kuning
* 1 tetes pewarna kue berwarna biru
* 1 tetes pewarna kue berwarna hijau

Strawberry coulis:
* 500 gram stroberi, bersihkan
* 125 cc air
* 60 gram gula pasir
* 1 sendok makan air jeruk lemon

Hiasan:
* 750 cc whipped cream
* 3 sendok makan meisjes bulat kecil-kecil

Cara membuat

  • Vanilla buttercream: panaskan air hingga mendidih, lalu letakkan piring tahan panas, masukkan mentega di atasnya, biarkan hingga meleleh, angkat, dinginkan selama 5 menit.
  • Campur mentega tadi dan gula, kocok dengan mixer hingga rata, lalu tambahkan vanili ekstrak dan susu cair sesendok-sesendok, kocok hingga rata dan mengembang, angkat.
  • Bagi adonan menjadi 5 bagian, lalu beri tiap bagian dengan masing-masing pewarna kue berwarna merah, oranye, kuning, biru, dan hijau, aduk hingga rata, sisihkan.
  • Strawberry coulis: campur semua bahan, masak di atas api sedang sambil diaduk-aduk hingga gula larut dan stroberi cukup empuk, angkat, lalu tuang ke dalam blender, aduk hingga rata, angkat, dinginkan.
  • White cake: campur tepung terigu, baking powder, dan garam, aduk hingga rata, lalu ayak, sisihkan.
  • Campur susu cair, putih telur, dan vanili ekstrak, kocok dengan garpu hingga rata, lalu sisihkan.
  • Siapkan mangkuk besar, masukkan mentega, kocok sebentar dengan mixer, lalu masukkan gula sedikit-sedikit sambil terus dikocok hingga putih.
  • Masukkan campuran tepung dan campuran susu tadi sedikit-sedikit secara bergantian sambil terus diaduk hingga rata.
  • Siapkan loyang ukuran 26 cm x 39 cm, olesi dengan sedikit mentega, lapisi dengan kertas roti, lalu tuang adonan ke dalam loyang, panggang dalam oven (180 derajat Celsius, 30 menit) hingga matang, angkat, dinginkan sebentar.
  • Keluarkan cake atau kue ulang tahun dari dalam loyang, oleskan tiap warna vanilla buttercream satu per satu sesuai dengan panjang cake, lalu gulung cake perlahan-lalan menurut panjangnya, letakkan di atas piring saji, sisihkan.
  • Jika akan disajikan, olesi seluruh permukaan gulungan cake atau kue ulang tahun dengan whipped cream hingga rata, taburi dengan meisjes bulat kecil-kecil di atasnya, lalu sajikan bersama-sama dengan strawberry coulis.
Categories: Cake | Leave a comment

Create a free website or blog at WordPress.com.